Hidup itu layaknya waktu yang terus berjalan dan takkan pernah bisa kembali lagi. jadi gunakanlah waktumu sebaik mungkin - Mewujudkan Insan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, Unggul dalam Imtaq dan Iptek, agar mampu bersaing secara nasional maupun global - Mulailah aktivitas yang baik dengan ridha orang tua -

Benkyoukai

Benkyoukai
Ajibarang- SMA N 1 Ajibarang bekerjasama dengan Dejavato Foundation menyelenggarakan kegiatan Benkyoukai.

Ajibarang- SMA N 1 Ajibarang bekerjasama dengan Dejavato Foundation menyelenggarakan kegiatan Benkyoukai. Kegiatan Benkyoukai sendiri mempunyai makna pertemuan untuk mengambil pelajaran, dalam hal ini tentang Jepang, baik pelajaran dari segi kebahasaan maupun kebudayaan. Demi kelancaran kegiatan tersebut, diahdirkan relawan dari Negeri Sakura Jepang bernama Mikito Shimamura (21). Ia melakukan kegiatan selama dua minggu mulai tanggal 10 Agustus 2017 sampai dengan 25 Agustus 2017. Kegiatan yang dilakukan oleh relawan selama berada di SMA N 1 Ajibarang diantaranya mengajarkan bahasa dan budaya Jepang, melakukan kegiatan kolaborasi budaya dengan program ekstra kurikuler lain seperti jurnalistik, kegiatan persiapan lomba Bahasa Jepang dan kegiatan interaksi di luar jam pelajaran.

Selama tinggal di Indonesia khususnya di SMA N 1 Ajibarang, Mikito (21) banyak memberikan ilmu tentang bahasa dan budaya Jepang baik kepada siswa jurusan Bahasa maupun yang mengikuti mata pelajaran lintas minat Bahasa Jepang. Salah satu kegiatan yang telah ia lakukan ialah memasak makanan Jepang berupa sup. Makanan tersebut sengaja ia buatkan sebagai hadiah yang ia bawa langsung dari Jepang untuk siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Jepang.

Mikito juga menuturkan kepada Tim Jurnalistik SMA N 1 Ajibarang tentang budaya yang hanya terdapat di Jepang yaitu perayaan tahun baru dimana ada salah satu stasiun televisi yang hanya menayangkan acara tahun baru. Saat itu, semua anggota keluarga berkumpul dan memakan osechi bersama. Di Jepang, juga terdapat tradisi minum teh yang menjadikan kimono sebagai pakaian adat acara tersebut. Acara lain yang ada di Jepang adalah kompetisi tentang best seller book yang diadakan setiap tahun.

Hal yang menarik baginya selama tinggal di Indonesia yaitu kebudayaan berjabat tangan antara guru dengan murid atau dari yang muda ke yang lebih tua. Hal tersebut tidak ia temui di negaranya Jepang. Di Jepang, pembelajaran tentang budi pekerti dan sopan santun dilakukan hanya sampai tingkat Sekolah Dasar.

Selain itu, pria penyuka sate dan kerupuk tersebut juga memberikan gambaran kepada siswa-siswi SMA N 1 Ajibarang tentang bagaimana sistem pendidikan di Jepang. Ia mengatakan siswa SMA di Jepang memulai pembelajaran dari pukul 08.00-16.00 (waktu jepang). Jika pelajar memiliki jadwal ekstrakulikuler, maka mereka akan menjalankannya sepulang sekolah hingga pukul 18.00 atau 19.00 malam. Ia juga menuturkan di Jepang terdapat mata pelajaran khusus yaitu Bahasa Jepang Kuno yang mempelajari Bahasa Jepang sekitar 500 tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan pelajar harus menguasai bahasa tersebut untuk dapat memasuki universitas.

Sebelum ia kembali ke negeranya, Mikito (21) berpesan kepada siswa-siswi SMA N 1 Ajibarang adalah menjaga lingkungan dengan cara jangan membuang sampah sembarangan. Dengan lingkungan yang sehat semua makhluk hidup dapat hidup aman dan damai.

 

TIM JURNALISTIK SMANA

Aplikasi