Hidup itu layaknya waktu yang terus berjalan dan takkan pernah bisa kembali lagi. jadi gunakanlah waktumu sebaik mungkin - Mewujudkan Insan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, Unggul dalam Imtaq dan Iptek, agar mampu bersaing secara nasional maupun global - Mulailah aktivitas yang baik dengan ridha orang tua -

Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi Wujudkan Generasi Muda Literat

Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi Wujudkan Generasi Muda Literat

Menindaklanjuti Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, SMA Negeri Ajibarang lalu membentuk sebuah tim yang diberi nama Tim Literasi Sekolah. Tim ini terdiri dari siswa perwakilan masing-masing kelas. Tim ini dibentuk dengan tujuan supaya siswa yang tergabung di dalamnya bisa menjadi pelopor di dalam kelas masing-masing yang akan mengajak teman sekelasnya untuk lebih gemar membaca dan menulis.

Kegiatan pertama yang telah dilakukan oleh Tim Literasi Sekolah SMA Negeri Ajibarang adalah dengan mengadakan pelatihan menulis dan membaca puisi. Acara tersebut dilaksanakan di ruang TRRC SMA Negeri Ajibarang. Acara pelatihan tersebut bertujuan agar siswa-siswi SMA Negeri Ajibarang lebih mahir dalam membaca dan menulis puisi. Tujuan lebih luasnya agar SMA Negeri Ajibarang dapat menciptakan generasi muda yang literat. Acara pelatihan tersebut diikuti oleh lebih dari lima puluh siswa SMA Negeri Ajibarang yang merupakan perwakilan kelas dari kelas X hingga kelas XII. Hadir sebagai pembicara yaitu Bapak Wanto Tirta S.Pd. seorang penulis puisi asal Ajibarang yang telah terkenal baik di wilayah Jawa Tengah maupun Nasional. Acara tersebut berjalan lancar dan meriah dengan banyaknya peserta yang mau untuk unjuk gigi membawakan puisi buatan mereka sendiri.    

Pelatihan tersebut membahas bagaimana cara yang mudah untuk menulis puisi dan cara membaca puisi yang baik. Wanto Tirta mengatakan “menulis puisi sesungguhnya bukan hal yang sulit dan inspirasi bias dating dari mana saja. Menulis puisi tidak juga harus menggunakan bahasa yang sulit untuk dimengerti.” Dalam pelatihan tersebut para peserta diminta membuat puisi dengan tema gamelan dan guru. Hasil karya siswa tersebut akan dipajang di Gallery SMANA agar banyak siswa yang dapat menikmatinya dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan. Wanto Tirta berharap kepada para peserta pelatihan bahwa setelah pelatihan tersebut selesai, para siswa terus mengasah kemampuan menulis dan membaca puisi. 

Aplikasi